Jumat, 16 Oktober 2015

Interaksi Manusia dan Komputer


Prinsip-prinsip Desain User Interface


Kategori-kategori pada prinsip-prinsip design User Interface terdiri atas:

pembelajaran
dukungan yang diberikan pada pembelajaran bagi pengguna dari semua tingkat.

kesesuaian
dukungan yang diberikan dengan beberapa cara untuk melakukan tugas-tugas.

ketahanan
dukungan yang diberikan untuk pemulihan.

 

Learnability / Pembelajaran

Prinsip pembelajaran diperlukan secara efektif untuk mencapai kinerja yang maksimal.

Prinsip-prinsip yang Mempengaruhi Learnability, yaitu:
  • Prediktabilitas/Kemungkinan, prinsip ini dapat mendukung user untuk dapat menentukan efek dari sesuatu berdasarkan catatan interaksi yang pernah dilakukan sebelumnya.
  • Synthesizability/peniruan, prinsip ini dapat membantu user untuk memperkirakan efek dari proses yang dilakukan sebelumnya pada keadaan saat sekarang.
  • Familiarity/keakraban, prinsip ini merupakan pengalaman atau pengetahuan seseorang dalam domain berbasis komputer. Mungkin kita bertanya-tanya apakah adanya batasan pada prinsip keakraban ini??.
  • Generalisasi, prinsip ini dapat membantu user untuk menambah pengetahuan tentang salah satu aspek dari UI.
  • Konsistensi, prinsip ini menyatakan bahwa Kemiripan perilaku antara tugas-tugas serupa / operasi /situasi yang sama tapi dalam hal yang berbeda seperti berinteraksi dengan output.


Fleksibilitas / Kesesuaian
 

Merupakan keluwesan yang diperlukan oleh user/pengguna untuk memperoleh informasi.
Prinsip-prinsip yang mempengaruhi Fleksibilitas, yaitu:
  • Dialog Initiative, prinsip ini Tidak menghambat pengguna untuk melakukan dialog tanpa adnay batasan. Prinsip yang terkait adalah sistem.
  • Multithreading, prinsip ini memungkinkan pengguna untuk melakukan lebih dari satu tugas pada waktu yang bersamaan. 
Terbagi menjadi 2 jenis yaitu :
  1.   Concurrent merupakan input yang dilakukan kepada beberapa tugas secara simultan.
  2.   Interleaved merupakan dalam banyak tugas, tapi masukannya dalam satu waktu.
  • Migrability, prinsip ini merupakan Kemampuan untuk memindahkan tugas pada entitas (user atau sistem) yang dapat melakukannya dengan lebih baik. Untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan tugas dan keinginan pengguna.
  • Customizability, prinsip ini merupakan kemampuan yang dimiliki user untuk merubah interface.


 
  
Robustness / Ketahanan

Merupakan tingkat dukungan yang diberikan agar user dapat menentukan keberhasilan atau tujuan yang ingin dicapai.
 

Prinsip-prinsip yang mempengaruhi Robustness,yaitu:
  • Observability prinsip ini mempengaruhi pengguna untuk menentukan keadaan internal sistem.
Prinsip yang terkait adalah :
  •   Browsability menjelajahi saat ini (tanpa mengubahnya)
  •   Reachability (menavigasi melalui negara dibutuhkan kegigihan)
  •   Recoverability, prinsip ini merupakan kemampuan untuk mengambil tindakan korektif untuk mengakui kesalahan yang terjadi. Dan kita dapat memperbaiki kesalahan itu.
  • Responsif, prinsip ini mempengaruhi bagaimana tindakan user mengetahui laju komunikasi melalui sistem. Kekonsistenan sanagt penting, oleh karena itu Persepsi pengguna tidak selalu benar.
  • Task conformance, prinsip ini mempengaruhi tingkatan dimana sistem pelayanan mendukung semua task yang diinginkan oleh user dengan cara yang diketahiu oleh user tersebut. 
 

Senin, 28 September 2015

Interasksi Manusia dan Komputer



Faktor Manusia



Penglihatan (mata)
Mata manusia digunakan untuk menghasilkan persepsi yang terorganisir akan gerakan, ukuran, bentuk, jarak, posisi relatif, tekstur dan warna. Dalam dunia nyata, mata selalu digunakan untuk melihat semua bentuk 3 dimensi. Dalam sistem komputer yang menggunakan layar 2 dimensi, mata kita dipaksa untuk dapat mengerti bahwa obyek pada layar tampilan, yang sesungguhnya berupa obyek 2 dimensi, harus dipahami sebagai obyek 3 dimensi dengan teknik – teknik tertentu. Beberapa hal yang mempengaruhi mata dalam menangkap sebuah informasi dengan melihat :

1. Luminans (Luminance)
-    Adalah banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek.
-    Semakin besar luminans dari sebuah objek, rincian objek yang dapat dilihat oleh mata juga akan semakin bertambah.
-    Diameter bola mata akan mengecil sehingga akan meningkatkan kedalaman fokusnya. Hal ini ditiru oleh lensa pada kamera ketika apertur-nya diatur.
-    Bertambahnya luminans sebuah obyek atau layar tampilan akan menyebabkan mata bertambah sensitif terhadap kerdipan (flicker)

2. Kontras
-    Adalah hubungan antara cahaya yang dikeluarkan oleh suatu objek dan cahaya dari latar belakang objek tersebut.
-    Kontras merupakan selisih antara luminans objek dengan latar belakangnya dibagi dengan luminans latar belakang.
-    Nilai kontras positif akan diperoleh jika cahaya yang dipancarkan oleh sebuah objek lebih besar dibanding yang dipancarkan oleh latar belakangnya.
-    Nilai kontras negatif dapat menyebabkan objek yang sesungguhnya “terserap” oleh latar belakang, sehingga menjadi tidak nampak.
-    Dengan demikian, obyek dapat mempunyai kontras negatif atau positif tergantung dari luminans obyek itu terhadap luminans latar belakangnya.

3. Kecerahan
Adalah tanggapan subjektif pada cahaya. Luminans yang tinggi berimplikasi pada kecerahan yang tinggi pula. Kita akan melihat suatu kenyataan yang ganjil ketika kita melihat pada batas kecerahan tinggi ke kecerahan rendah. 




 gambar 1.1


Pada gambar 1.1, pada kisi kiri Anda melihat seakan-akan ada titik putih pada perpotongan antara garis vertikal dan horizontal Pada kisi-kisi kanan Anda melihat seakan-akan ada titik hitam pada perpotongan antara garis vertikal dan horisontal.
Tetapi jika mata Anda tepat pada titik perpotongan itu, titik putih / titik hitam akan lenyap. Dengan adanya kenyataan ini,perancang harus benar – benar memperhatikan efek yang muncul pada layar tampilan.

4. Sudut dan Ketajaman Penglihatan
Sudut penglihatan (visual angle) adalah sudut yang berhadapan oleh objek pada mata. Ketajaman mata (visual acuity) adalah sudut penglihatan minimum ketika mata masih dapat melihat sebuah objek dengan jelas.





5. Medan Penglihatan
Adalah sudut yang dibentuk ketika mata bergerak ke kiri terjauh dan ke kanan terjauh, yang dapat dibagi menjadi 4 daerah :
  •  daerah pertama (penglihatan binokuler) yaitu tempat kedua mata mampu melihat sebuah obyek dalam keadaan yang sama.



  • daerah kedua (penglihatan monokuler kiri) yaitu tempat terjauh yang dapat dilihat oleh mata kiri ketika mata kiri kita gerakkan ke sudut paling kiri.



  •  daerah ketiga (penglihatan monokuler kanan) yaitu tempat terjauh yang dapat dilihat oleh mata kanan ketika mata kiri kita gerakkan ke sudut paling kanan.



  •   daerah keempat yaitu daerah buta, yakni daerah yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh kedua mata.




Besarnya daerah atau medan penglihatan dinyatakan dalam derajad, dapat bervariasi tergantung gerakan mata dan kepala yaitu : kepala dan mata keduanya diam, kepala diam mata bergerak, dan keduanya bergerak.
Gambar dibawah ini menunjukkan perbedaan medan penglihatan disesuaikan dengan keadaan kepala dan mata.




Gambar (a) menunjukkan medan penglihatan ketika kepalan dan mata diam. Sedangkan gambar (b) menunjukkan medan penglihatan ketika kepala dan mata diperbolehkan untuk bergerak bebas. Semua yang dilihat oleh mata diinterpretasikan oleh otak untuk memahami maksud dari apa yang dilihat. Perhatikan gambar ilusi Ponzo berikut ini :



 
6. Warna
Warna merupakan hasil dari cahaya dimana cahaya merupakan perwujudan dari spektrum elektromagnetik. Jika panjang gelombang berada pada kisaran 400 – 700 nm, luminans konstan dan saturasinya (jumlah cahaya putih yang ditambahkan) dijaga tetap, seseorang yang mempunyai penglihatan warna normal mampu membedakan kira- kira 128 warna yang berbeda. Banyaknya warna yang dapat dibedakan satu dengan yang lain bergantung pada tingkat sensitifitas mata seseorang. Sensitifitas ini tidak merata pada seluruh medan penglihatan seseorang. Mata dapat membedakan warna secara akurat ketika posisi obyek membentuk sudut sebesar ± 150 terhadap mata (dengan posisi kepala dan mata diam). Dengan warna manusia mampu membedakan satu objek dengan objek yang lain. Dengan warna manusia terbantukan dalam mengolah data menjadi informasi.  Penggunaan warna yang sesuai dengan pengguna akan mempertinggi efektifitas tampilan grafis.  Jika warna yang digunakan tidak mengindahkan aspek kesesuaian dengan pengguna, maka pengguna justru bisa menerima informasi yang salah. Tetapi tidak adanya standar yang dapat digunakan sebagai acuan resmi tentang penggunaan warna yang bagus, karena karakteristik orang per orang berbeda dalam hal persepsi tentang warna. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menggunakan warna :

  •  Aspek Psikologi
-          Hindari penggunaan tampilan yang secara simultan menampilkan sejumlah warna tajam.Warna merah, jingga, kuning, dan hijau dapat dilihat bersama – sama tanpa perlu pemfokusan kembali, tetapi cyan, biru, dan merah tidak dapat dilihat secara serempak dengan mudah. Pemfokusan kembali mata yang berulang – ulang akan menyebabkan kelelahan penglihatan.
-          Hindari warna biru murni untuk teks, garis tipis dan bentuk yang kecil. Mata kita tidak diset untuk rangsangan yang terinci/kecil, tajam, bergelombang pendek.
-          Hindari warna berdekatan yang hanya berbeda dalam warna biru. Sudut – sudut yang beda hanya pada prosentase warna biru akan terlihat sama.
-          Pengamat yang lebih tua memerlukan aras ketajaman yang lebih tinggi untuk membedakan warna.
-          Besarnya perubahan warna yang dapat dideteksi bervariasi untuk warna yang berbeda. Perubahan kecil dalam warna merah dan ungu sukar dideteksi dibandingkan dengan warna lain seperti kuning dan biru – hijau. Selain itu sistem penglihatan kita tidak siap untuk merasakan perubahan warna hijau.
-          Hindari warna merah dan hijau yang ditempatkan secara berseberangan pada tampilan berskala besar. Warna yang lebih cocok adalah biru dan kuning.
-          Warna yang berlawanan dapat digunakan bersama – sama. Merah dengan hijau atau kuning dengan biru merupakan kombinasi yang baik untuk tampilan sederhana. Kombinasi merah dengan kuning atau hijau dengan biru akan menghasilkan citra yang lebih jelek.
-          Untuk pengamat yang mengalami kekurangan dalam melihat warna hindari perubahan warna tunggal.
-          Warna akan berubah kenampakannya ketika aras cahaya sekeliling berubah sehingga tampilan akan berubah ketika cahaya sekeliling berbeda sangat tajam.
  
Kombinasi warna terbaik :
LATAR BELAKANG
GARIS TIPIS DAN TEKS
GARIS TEBAL DAN TEKS
Putih
Biru (94%), Hitam (63%), Merah (25%)
Hitam (69%), Biru (63%), Merah (31%)
Merah
Kuning (75%) , Putih (56%), Hitam (44%)
Hitam (50%), Kuning (44%), Putih (44%), Cyan (31%)
Hijau
Hitam (100%), Biru (56%), Merah (25%)
Hitam (69%), Merah (63%), Biru (31%)
Hitam
Putih (75%), Kuning (63%)
Kuning (69%), Putih (59%), Hijau (25%)
Biru
Putih (81%), Kuning (50%), Cyan (25%)
Kuning (38%), Magenta (31%), Hitam (31%), Cyan (31%), Putih (25%)
Cyan
Biru (69%), Hitam (56%), Merah (37%)
Merah (56%), Biru (50%), Hitam (44%), Magenta (25%)
Magenta
Hitam (63%), Putih (56%), Biru (44%)
Biru (50%), Hitam (44%), Kuning (25%)
Kuning
Merah (63%), Biru (63%), Hitam (56%)
Merah (75%), Biru (63%), Hitam (50%),
Kombinasi warna terburuk :
LATAR BELAKANG
GARIS TIPIS DAN TEKS
GARIS TEBAL DAN TEKS
Putih
Kuning (100%), Cyan (94%)
Kuning (94%), Cyan (75%)
Merah
Magenta (81%) , Biru (44%), Hijau dan Cyan (21%)
Biru (81%), Magenta (31%)
Hijau
Cyan (81%), Magenta (50%), Kuning (37%)
Cyan (81%), Magenta dan Kuning (44%)
Hitam
Biru (89%), Merah (44%), Magenta (25%)
Biru (81%), Magenta (31%)
Biru
Hijau (62%), Merah dan Hitam (37%)
Hijau (44%), Merah dan Hitam (31%)
Cyan
Hitam (81%), Kuning (75%), Putih (31%)
Kuning (69%), Hijau (62%), Putih (56%)
Magenta
Hijau (75%), Merah (56%), Cyan (44%)
Cyan (81%), Hijau (69%), Merah (44%)
Kuning
Putih dan Cyan (81%)
Putih (81%), Cyan (56%), Hijau (25%),

  • Aspek Perceptual (persepsi)
-          Persepsi adalah proses pengalaman seseorang dalam menggunakan sensor warnanya.
-          Diterima tidaknya layar tampilan warna oleh para pengguna, sangat bergantung pada bagaimana warna digunakan. Warna dapat meningkatkan interaksi hanya jika implementasinya mengikuti prinsip dasar dari penglihatan warna oleh manusia.
-          Tidak semua warna mudah dibaca. Secara umum latar belakang dengan warna gelap akan memberikan kenampakan yang lebih baik (informasi lebih jelas) dibanding warna yang lebih cerah.
-          Hindari diskriminasi warna pada daerah yang kecil.

  • Aspek Kognitif
-          Jangan menggunakan warna yang berlebihan karena penggunaan warna bertujuan menarik perhatian atau pengelompokan informasi. Sebaiknya menggunakan warna secara berpasangan.
-          Kelompokkan elemen – elemen yang saling berkaitan dengan latar   
   belakang yang sama.
-          Warna yang sama membawa pesan yang serupa.
-          Urutkan warna sesuai dengan urutan spektralnya.
-          Kecerahan dan saturasi akan menarik perhatian.
-          Warna hangat dan dingin sering digunakan untuk menunjukkan arah 
   tindakan.

Biasanya warna hangat untuk menunjukkan adanya tindakan atau tanggapan yang diperlukan. Warna yang dingin biasanya digunakan untuk menunjukkan status atau informasi latar belakang.